Proses Penelaahan Sejawat
Jurnal Manajemen Perbendaharaan (JMP) berkomitmen untuk menjaga kualitas, integritas, objektivitas, dan kredibilitas setiap karya ilmiah yang diterbitkan melalui penerapan proses penelaahan sejawat (peer review) yang sistematis dan independen.
Penelaahan sejawat merupakan proses evaluasi ilmiah terhadap naskah yang diajukan kepada jurnal oleh para ahli yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keilmuan dan substansi penelitian. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa naskah yang diterbitkan memenuhi standar akademis, memiliki kontribusi ilmiah yang jelas, serta menyajikan hasil penelitian atau kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
JMP menerapkan mekanisme penelaahan sejawat anonim ganda (double-blind peer review), yaitu identitas penulis tidak diketahui oleh mitra bestari dan identitas mitra bestari tidak diketahui oleh penulis selama proses penelaahan. Mekanisme ini bertujuan untuk meminimalkan potensi bias dan memastikan bahwa penilaian didasarkan pada kualitas substansi ilmiah, bukan pada identitas, reputasi, afiliasi, atau latar belakang penulis.
Setiap naskah yang memenuhi persyaratan pemeriksaan awal akan ditelaah oleh sekurang-kurangnya dua mitra bestari yang memiliki keahlian relevan. Hasil penelaahan menjadi bahan pertimbangan Dewan Redaksi dalam menentukan kelayakan naskah untuk diterbitkan.
Tahapan Proses Penelaahan Sejawat
Pemeriksaan Awal oleh Dewan Redaksi (Initial Editorial Screening)
Seluruh naskah yang diajukan kepada JMP terlebih dahulu melalui pemeriksaan awal oleh Dewan Redaksi sebelum dipertimbangkan untuk menjalani penelaahan oleh mitra bestari. Pemeriksaan awal bertujuan untuk memastikan bahwa naskah memenuhi persyaratan dasar publikasi ilmiah dan sesuai dengan karakteristik serta standar editorial JMP. Pemeriksaan awal mencakup:
-
Kesesuaian ruang lingkup: memastikan topik dan substansi naskah relevan dengan fokus dan ruang lingkup JMP, khususnya bidang manajemen perbendaharaan dan pengelolaan keuangan publik.
-
Kesesuaian sistematika dan format penulisan: menilai kelengkapan struktur artikel, kesesuaian dengan templat, serta pemenuhan ketentuan dalam Pedoman Penulisan JMP.
-
Orisinalitas dan tingkat kemiripan: memeriksa kemiripan naskah dengan publikasi lain menggunakan perangkat lunak pendeteksi kemiripan dan mengevaluasi indikasi plagiarisme atau publikasi berulang.
-
Kelayakan substansi awal: mempertimbangkan kejelasan permasalahan, tujuan penelitian, relevansi pendekatan ilmiah, dan potensi kontribusi naskah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik perbendaharaan.
-
Kelengkapan persyaratan pengajuan: memastikan bahwa dokumen dan pernyataan yang dipersyaratkan dalam proses pengajuan naskah telah dipenuhi oleh penulis.
Naskah yang belum memenuhi persyaratan administratif atau teknis dapat dikembalikan kepada penulis untuk diperbaiki. Naskah yang tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal atau tidak memenuhi standar kelayakan ilmiah dapat ditolak pada tahap pemeriksaan awal (desk rejection) tanpa diteruskan kepada mitra bestari. Naskah yang dinilai memenuhi persyaratan pemeriksaan awal dapat dilanjutkan ke tahap penelaahan sejawat. Lolosnya naskah dari pemeriksaan awal tidak berarti bahwa naskah telah diterima untuk diterbitkan.
Penunjukan Mitra Bestari (Reviewer Assignment)
Dewan Redaksi menetapkan sekurang-kurangnya dua mitra bestari untuk menelaah setiap naskah yang dilanjutkan ke tahap penelaahan sejawat. Pemilihan mitra bestari didasarkan pada kesesuaian bidang keahlian, kompetensi akademis atau profesional, pengalaman penelitian, serta kemampuan memberikan penilaian yang objektif dan konstruktif. Dalam penunjukan mitra bestari, Dewan Redaksi memperhatikan prinsip independensi dan menghindari potensi konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas penilaian. Mitra bestari yang memiliki konflik kepentingan, keterbatasan kompetensi, atau tidak dapat menyelesaikan penelaahan dalam waktu yang ditetapkan wajib menyampaikan kondisi tersebut kepada Dewan Redaksi. Apabila diperlukan, Dewan Redaksi dapat menunjuk mitra bestari pengganti atau menambahkan mitra bestari untuk memperoleh penilaian yang lebih komprehensif, khususnya apabila terdapat perbedaan substansial dalam hasil penelaahan.
Pelaksanaan Penelaahan (Peer Review Assessment)
Mitra bestari melakukan penilaian secara independen terhadap naskah berdasarkan standar akademis dan kaidah penelitian ilmiah. Penelaahan dilaksanakan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek berikut:
-
Relevansi (Relevance): kesesuaian topik dan permasalahan penelitian dengan fokus dan ruang lingkup JMP serta relevansinya terhadap perkembangan ilmu dan praktik manajemen perbendaharaan.
-
Kebaruan dan kontribusi ilmiah (Originality and Contribution): tingkat orisinalitas gagasan, temuan, pendekatan, atau analisis serta kontribusinya terhadap pengembangan pengetahuan, praktik, atau kebijakan.
-
Landasan teori dan kajian literatur (Theoretical and Literature Foundation): ketepatan penggunaan teori, konsep, dan referensi serta kemampuan penulis menghubungkan penelitian dengan perkembangan literatur terdahulu.
-
Ketepatan metodologi (Methodological Soundness): kesesuaian desain penelitian, sumber data, metode pengumpulan data, teknik analisis, dan pendekatan yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian.
-
Kualitas analisis dan pembahasan (Quality of Analysis and Discussion): ketepatan interpretasi hasil, konsistensi antara temuan dan kesimpulan, kekuatan argumentasi, serta kecukupan bukti pendukung.
-
Signifikansi hasil dan implikasi (Significance and Implications): nilai manfaat temuan bagi pengembangan keilmuan, penyempurnaan praktik pengelolaan perbendaharaan, atau perumusan dan evaluasi kebijakan.
-
Sistematika dan keterbacaan (Structure and Readability): kejelasan alur penulisan, koherensi antarbagian, ketepatan penggunaan bahasa ilmiah, serta kualitas penyajian tabel, gambar, dan referensi.
-
Kepatuhan terhadap etika publikasi (Publication Ethics Compliance): pemenuhan prinsip integritas akademik, kejujuran ilmiah, ketepatan pengutipan, transparansi pelaporan, dan ketentuan etika publikasi JMP.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan jenis manuskrip. Artikel empiris, konseptual, telaah literatur, dan analisis kebijakan dapat memiliki penekanan kriteria yang berbeda sesuai dengan pendekatan dan tujuan ilmiahnya. Mitra bestari diharapkan menyampaikan hasil penelaahan secara objektif, jelas, dan konstruktif, termasuk mengidentifikasi kelemahan naskah serta memberikan masukan yang dapat digunakan penulis untuk meningkatkan kualitas karya ilmiah.
Rekomendasi Mitra Bestari dan Keputusan Editorial (Editorial Decision)
Setelah penelaahan selesai, masing-masing mitra bestari menyampaikan hasil evaluasi beserta rekomendasi kepada Dewan Redaksi. Rekomendasi mitra bestari menjadi salah satu dasar pengambilan keputusan editorial dengan mempertimbangkan kualitas substansi, kontribusi ilmiah, kesesuaian ruang lingkup, serta pemenuhan standar etika publikasi. Keputusan editorial terhadap naskah dapat berupa:
-
Diterima (Accepted): naskah telah memenuhi standar ilmiah dan persyaratan publikasi JMP serta dapat dilanjutkan ke tahap penyuntingan dan persiapan penerbitan.
-
Revisi Minor (Minor Revision): naskah memiliki kualitas substansi yang memadai, tetapi memerlukan penyempurnaan terbatas, seperti perbaikan penjelasan, penguatan argumentasi tertentu, penyesuaian referensi, atau penyempurnaan bahasa dan penyajian.
-
Revisi Mayor (Major Revision): naskah memiliki potensi kontribusi ilmiah, tetapi memerlukan perbaikan substansial, seperti penyempurnaan metodologi, penambahan atau perbaikan analisis, penguatan landasan teori, atau peninjauan kembali pembahasan dan kesimpulan.
-
Ditolak (Rejected): naskah tidak memenuhi standar kualitas ilmiah, tidak sesuai dengan ruang lingkup JMP, memiliki kelemahan mendasar yang tidak dapat diperbaiki secara memadai, atau ditemukan pelanggaran terhadap prinsip etika publikasi.
Rekomendasi mitra bestari tidak secara otomatis menentukan keputusan penerbitan. Dewan Redaksi melakukan evaluasi terhadap keseluruhan hasil penelaahan untuk memastikan bahwa keputusan dibuat secara adil, objektif, dan berdasarkan pertimbangan ilmiah. Ketua Dewan Redaksi JMP memiliki kewenangan untuk menetapkan keputusan akhir mengenai naskah yang akan diterbitkan, dengan mempertimbangkan rekomendasi mitra bestari, hasil evaluasi editorial, dan kebijakan penerbitan jurnal. Dalam hal terdapat perbedaan rekomendasi yang signifikan antarmitra bestari, Dewan Redaksi dapat melakukan evaluasi tambahan atau meminta penilaian dari mitra bestari lainnya sebelum keputusan ditetapkan.
Revisi dan Penelaahan Ulang (Revision and Re-evaluation)
Penulis yang memperoleh keputusan revisi minor atau revisi mayor diberikan kesempatan untuk memperbaiki naskah berdasarkan catatan dan rekomendasi dari mitra bestari serta Dewan Redaksi. Penulis bertanggung jawab untuk menanggapi setiap masukan secara sistematis dan menyampaikan naskah hasil perbaikan sesuai dengan ketentuan dan batas waktu yang ditetapkan oleh pengelola jurnal. Dalam menyampaikan naskah revisi, penulis diharapkan melampirkan penjelasan mengenai tindak lanjut atas setiap catatan penelaahan (response to reviewers). Apabila terdapat rekomendasi yang tidak diakomodasi, penulis perlu memberikan alasan atau argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Naskah yang telah diperbaiki dapat dievaluasi kembali oleh Dewan Redaksi dan/atau dikirimkan kepada mitra bestari untuk penelaahan ulang, bergantung pada tingkat dan substansi perbaikan yang diperlukan. Proses revisi dan penelaahan ulang dapat berlangsung lebih dari satu putaran apabila masih terdapat aspek substansial yang perlu disempurnakan. Permintaan revisi tidak menjamin bahwa naskah akan diterima untuk diterbitkan. Keputusan akhir tetap didasarkan pada pemenuhan standar kualitas ilmiah dan hasil evaluasi terhadap naskah yang telah diperbaiki.
Prinsip Etika dan Tanggung Jawab dalam Penelaahan Sejawat
A. Kerahasiaan (Confidentiality)
Seluruh naskah yang sedang dalam proses penelaahan merupakan dokumen yang bersifat rahasia. Dewan Redaksi dan mitra bestari wajib menjaga kerahasiaan substansi naskah, identitas para pihak, hasil penelaahan, serta informasi lain yang diperoleh selama proses evaluasi. Informasi, data, gagasan, atau temuan yang diperoleh melalui proses penelaahan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau pihak lain tanpa izin yang sah.
B. Objektivitas dan Independensi (Objectivity and Independence)
Penelaahan harus dilakukan berdasarkan kualitas ilmiah naskah tanpa dipengaruhi oleh hubungan pribadi, institusi, kepentingan tertentu, atau faktor lain yang tidak berkaitan dengan substansi penelitian. Mitra bestari wajib memberikan penilaian berdasarkan argumentasi ilmiah dan tidak diperkenankan menyampaikan kritik yang bersifat personal kepada penulis. Dewan Redaksi bertanggung jawab memastikan bahwa seluruh proses evaluasi dan pengambilan keputusan terlaksana secara independen, profesional, serta bebas dari konflik kepentingan.
C. Kompetensi dan Tanggung Jawab Mitra Bestari (Reviewer Competence and Responsibility)
Mitra bestari hanya menerima penugasan penelaahan apabila memiliki kompetensi yang relevan dengan substansi naskah. Mitra bestari berkewajiban menyelesaikan penelaahan secara cermat dan tepat waktu, memberikan masukan yang konstruktif, serta melaporkan kepada Dewan Redaksi apabila menemukan indikasi pelanggaran etika penelitian atau publikasi. Mitra bestari tidak diperkenankan menyerahkan tugas penelaahan kepada pihak lain tanpa persetujuan Dewan Redaksi.
D. Tanggung Jawab Penulis (Author Responsibilities)
Penulis wajib memastikan bahwa naskah yang diajukan telah memenuhi prinsip orisinalitas, integritas akademik, dan ketentuan penulisan JMP. Selama proses penelaahan, penulis diharapkan memberikan tanggapan secara profesional terhadap masukan mitra bestari dan Dewan Redaksi serta melakukan perbaikan berdasarkan argumentasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mendukung mekanisme double-blind peer review, penulis wajib mengikuti petunjuk anonimisasi naskah yang ditetapkan JMP, termasuk memastikan bahwa berkas yang disampaikan kepada mitra bestari tidak mengungkapkan identitas penulis.
Komunikasi Hasil dan Penetapan Keputusan Akhir
Dewan Redaksi menyampaikan hasil keputusan editorial kepada penulis melalui saluran komunikasi resmi jurnal, disertai catatan atau rekomendasi penelaahan yang relevan apabila diperlukan. Proses penelaahan sejawat dapat berakhir dengan penerimaan naskah untuk dipublikasikan atau penolakan naskah berdasarkan hasil evaluasi editorial. Naskah yang dinyatakan diterima akan dilanjutkan ke tahap penyuntingan, penyiapan tata letak, dan proses penerbitan sesuai dengan kebijakan JMP. Naskah yang dinyatakan ditolak tidak akan diproses kembali sebagai bagian dari pengajuan yang sama. Seluruh proses penelaahan sejawat dan pengambilan keputusan editorial dilaksanakan untuk memastikan bahwa setiap artikel yang diterbitkan JMP memenuhi standar kualitas akademis, memberikan kontribusi ilmiah yang relevan, serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, praktik, dan kebijakan di bidang manajemen perbendaharaan.